Saturday, January 27, 2018

Apakah Stadion Mestalla Jadi Kuburan Bagi Karir Zidane di Real Madrid?

Real Madrid akan menuju ke pertandingan La Liga Sabtu melawan Valencia dengan kondisi awan hitam mengelilingi tim tamu terutama sang manajer mereka Zinedine Zidane sebagaimana dilansir dari viva.co.id [27/01/2018].

Sumber: bola.com
Sebuah kekalahan mengejutkan 1-2 Real Madrid dari Leganes di kandangnya sendiri membuat skuad Los Blancos gagal melangkah ke babak semifinal Copa del Rey.

Saat ini Skuad Los Blancos tertinggal 19 poin di belakang rival terberatnya sekaligus sang pemuncak klasemen La Liga Barcelona. Real Madrid berada di peringkat keempat tertinggal lima poin dari lawannya di hari Sabtu tuan rumah Valencia meskipun tim besutan Zidane ini masih menyisakan satu pertandingan lagi.

Sumber: http://goal.com/wp-content/uploads/2018/01/2701-talking-points-zidane.jpg
Berikut ini adalah 3 poin pembicaraan utama dalam pertandingan Sabtu malam nanti yang disiarkan oleh SCTV pukul 22.15 WIB.

Apakah Valencia adalah lawan terakhir Zidane sebagai manajer Real Madrid?

Apakah perjalanan akhir pekan ini ke Valencia benar-benar menjadi pertandingan terakhir Zinedine Zidane sebagai seorang manajer Real Madrid? Sebulan setelah dirinya diangkat menjadi manajer menggantikan Rafa Benitez, Zidane menjadi manajer Los Blancos pertama yang mampu memenangkan lima piala dalam satu tahun kalender.

Sumber: http://goal.com/wp-content/uploads/2018/01/0126-Zidane-768x560.jpg
Namun jawaban dari pertanyaan diatas tanpa diragukan lagi, adalah iya. Setelah terusir di kompetisi Copa Del Rey pada pertengahan minggu saat menjamu Leganes, Zidane bahkan mengakui bahwa pekerjaannya berada di ujung panggilan telepon. Meskipun bentrokan Liga Champion mendatang melawan Paris St Germain secara luas dilihat sebagai kesempatan terakhir baginya untuk menebus kesalahannya di musim ini, ada kemungkinan bahwa manajer asal Prancis ini tidak akan bertahan lama jika timnya kembali kalah di pertandingan akhir pekan ini.

Perhatian terbesar dari sang presiden Florentino Perez (merupakan pengagum berat Zidane yang benar-benar tidak ingin dipaksa memecat pelatihnya) adalah bahwa Zidane sama sekali tidak memberikan saran bagaimana mengubah bentuk timnya. Penampilan Real Madrid semakin buruk dan Zidane sudah kehabisan kredit atas prestasi yang ia dapatkan di musim lalu.

Sebenarnya, jika Madrid bermain buruk dan kalah lagi di Mestalla, satu-satunya argumen nyata untuk menjaga Zidane tetap berada di posisinya adalah Perez masih belum menemukan sosok manajer yang pantas menggantikan Zidane. Namun jika harus terjadi pemecatan maka Perez akan berusaha menemukan sosok manajer tersebut, entah di mana dia berada.

Akankah Valencia menggunakan formasi empat bek?

Harapan Madrid untuk mendapatkan kemenangan yang sangat dibutuhkan di Valencia didorong oleh masalah seleksi yang mengerikan dalam lini pertahanan tuan rumah, yang hanya memiliki satu bek tengah yang siap dimainkan dari empat bek tengah yang ada.

Sumber: http://goal.com/wp-content/uploads/2018/01/0125-Marcelino-768x527.jpg
Ruben Vezo dan Gabriel Paulista keduanya diskors setelah dikeluarkan dalam kekalahan 2-1 akhir pekan lalu di Las Palmas, sementara Jeison Murillo cedera. Usaha untuk mengajukan banding atas kartu merah Vezo tidak membuahkan hasil. Kondisi inilah yang membuat manajer Marcelinho hanya memiliki Ezequiel Garay sebagai satu-satunya bek tengah yang siap dimainkan. Dia tidak memiliki pilihan lain yang siap untuk bermain melawan Real Madrid.

Satu kemungkinan yang masih tersisa dari bos Valencia ini adalah memindahkan Francis Coquelin, seorang rekrutan baru dari Arsenal, dari posisi lini tengah normalnya ke pusat pertahanan. Sesuatu yang kadang-kadang dia lakukan saat masih bertugas membela The Gunners.

Apapun pilihan Marcelinho akan menjadi jelas bahwa lini belakang Valencia sementara ini kurang maksimal dalam menghadapi serangan Madrid dimana Cristiano Ronaldo, Gareth Bale dan Karim Benzema semuanya telah berhasil mencetak gol akhir-akhir ini. Pemain terakhir dari trio BBC yang berhasil mencetak gol adalah Benzema. Meski Real Madrid kalah atas Leganes, Benzema mampu mencetak gol semata wayang demi sedikit menyelamatkan muka tuan rumah Real Madrid. Bisa jadi hanya sedikit keberuntungan yang dibutuhkan Zidane untuk bisa memenangkan pertandingan melawan Valencia.

Akankah ini merupakan Playoff perebutan posisi ketiga klasemen La Liga?

Dengan jarak lima poin yang memisahkan antara Valencia di peringkat ketiga dengan Real Madrid di peringkat keempat, pertandingan ini bisa menjadi kesempatan terakhir bagi Los Blancos untuk bisa mempertahankan harapan realistis mendaki ke posisi tiga besar di akhir musim ini.

Sumber: soccer.indonews.com
Ketertinggalan delapan poin, meski unggul satu pertandingan di tangan, akan menjadi hambatan besar bagi Real Madrid untuk melaluinya. Terutama saat musim La Liga Real Madrid akan melakukan perjalanan ke Villarreal, Sevilla dan Barcelona dalam tiga dari lima pertandingan terakhir mereka.

Memang, sang juara bertahan juga berada dalam bahaya nyata untuk terpental keluar dari zona Liga Champions musim depan. Oleh karena Villarreal juga hanya menguntit satu poin di belakang mereka jelang pertemuan melawan tuan rumah Real Sociedad Sabtu malam ini.

Tentu saja, hasil ini bisa berubah dengan cepat. Kemenangan Madrid di pertandingan akhir pekan ini akan mengurangi defisit dengan Valencia menjadi hanya dua poin. Selain masalah lini pertahanan, tim tuan rumah Valencia juga memiliki masalah dalam penampilan terakhir mereka. Valencia kehilangan empat dari tujuh pertandingan terakhir mereka.

Jadi pertandingan ini juga penting bagi skuad Los Che dalam usaha mereka untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri. Pertandingan yang bisa menjadi ajang kontes serangan antara kedua tim untuk bisa memenangkan pertandingan ini.

Bagaimana menurut UCers? Akankah Stadion Mestalla menjadi kuburan bagi karir Zinedine Zidane di Real Madrid? UCers punya pendapat yang berbeda? Silahkan tuliskan pendapat UCers di kolom komentar di bawah ini. Jangan lupa untuk senantiasa menekan icon hati di bagian akhir artikel ini. Terima kasih.

Reference

No comments:

Post a Comment