![]() |
| Manajer Persib Bandung via indosport.com |
Surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum PSSI, Eddy Rahmayadi, tertanggal 15 Januari 2018, salah satu poinnya menyebutkan membatalkan keputusan Komisi Banding PSSI nomor: 13/KEP/KB/LIGA1/XI-2017 tanggal 19 November 2017 tentang hukuman terhadap Sdr. Umuh Muchtar.
Surat keputusan tersebut mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila pada kemudian hari terdapat kekeliruan maka akan diadakan perbaikan sebagai mana mestinya.
Umuh mengaku bersyukur dengan adanya keputusan tersebut. Sebelumnya, dia merasa tidak mengajak pemain Persib untuk walk out (WO) saat menghadapi Persija Jakarta di Stadion Manahan, Solo, 3 November 2017.
"Saya kepikiran waktu itu saya merasa tidak bersalah sama sekali, tidak merasa memberhentikan pemain," kata Umuh seperti yang dilansir kompas.com (17/1/18).
Keputusan PSSI yang menganulir hukuman Manajer Persib, H Umuh Muchtar, membuat Koordinator SOS, Akmal Marhali, angkat bicara. Ia menyampaikan bahwa hal seperti itu dapat merusak sepakbola Indonesia.
![]() |
| Referensi gambar via instagram.com/pengamatsepakbola |
Sebelum kasus Umuh, keputusan peninjauan kembali juga pernah dilakukan saat kasus sepakbola gajah. Sayangnya, PK tidak ditindaklanjuti dengan pembentukan tim pencari fakta untuk mengusut tuntas dalangnya. Akhirnya masalah besar itu menguap begitu saja.
Pemutihan hukuman ini blunder dalam penegakan regulasi dan hukum sepakbola. Hal ini, akan menjadi pijakan hukum lainnya untuk melakukan hal serupa.
Kelemahan utama sepakbola kita adalah dalam penegakkan aturan. Terlalu banyak orang yang kebal hukum di sepakbola Indonesia.
Jika PSSI mau mendapatkan hati masyarakat, seharusnya hal-hal seperti ini tidak menerus dilakukan. Semoga PSSI bisa berbenah.
Reference


No comments:
Post a Comment