Tuesday, January 30, 2018

Tak Pernah Komunikasi dengan Pelatih, Umuh Muchtar Sebut Ini Tahun Terparah Persib Bandung


TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Kegagalan Persib Bandung di Piala Presiden 2018 dianggap Manajer Persib, Umuh Muchtar, sebagai kegagalan terparah.

Tolok ukurnya adalah perjalanan Maung Bandung tampil di turnamen pramusim dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun pertama Piala Presiden 2015, Atep dan kawan-kawan sukses mengukuhkan diri sebagai juara.

Selanjutnya di Piala Bhayangkara 2016, Pangeran Biru berlaga hingga partai puncak.

Sayang, Persib Bandung yang kala itu ditangani Dejan Antonic menyerah dari Arema FC di laga final.

Pada Piala Presiden 2017 juga tampil hingga turnamen tuntas. Kali ini, Persib Bandung memang tidak lagi tampil di final.

Kalah dari Borneo FC di semifinal, Maung Bandung menjadi juara tiga setelah menekuk Semen Padang.

Di turnamen pramusim ini, Pangeran Biru benar-benar terpuruk karena tak mampu dari lolos fase grup.

"Lebih parah, kalau kemarin kita masih berjalan terus yah, sampai akhir (turnamen). Kalau sekarang belum apa-apa, lebih parah ini. Sekelas Persib, baru terjadi seperti ini," ujar Umuh Muchtar di kediamannya, Jalan Kiaracondong, Kota Bandung, Senin (29/1/2018).

Bukan hanya tak lolos, Maung Bandung juga mencatat hasil minor di fase grup, hanya sekali menang serta dua kali menelan kekalahan.

Setelah terkena sanksi dari PSSI dan kehadiran pelatih anyar, Roberto Carlos Mario Gomez, Umuh Muchtar mengaku tidak mau banyak berkomentar.

Bahkan, di tiga pertandingan Persib Bandung di Piala Presiden 2018, sang manajer tidak sekalipun tampak berada di bench pemain.

"Biar bobotoh tahu, tidak Umuh Muchtar, Umuh Muchtar terus. Pelatih juga dengan saya cuma 'halo-halo' saja, tidak pernah ada komunikasi apa-apa," katanya.


Tidak hanya dengan Mario Gomez, Umuh Muchtar juga mengaku minim komunikasi dengan asisten pelatih Fernando Soler.

"Si Soler-nya juga tidak pernah (komunikasi) dan saya juga tidak mau. Nanti dikira saya intervensi, silakan saja," ujarnya.

Sang manajer mengaku saat ini sudah tidak memiliki wewenang apa-apa di Persib Bandung.

Beberapa kali ia menawarkan pemain semisal Makan Konate namun tidak pernah ada tanggapan dari PT Persib Bandung Bermanrtabat (PBB).

"Selama dua tahu ini, saya tidak pernah memaksakan pemain, saya katakan sekelas Konate saja ditolak. Saya setiap hari pagi, siang, malam berhubungan dengan Konate. Sebelum dia (Konate) masuk ke tim lain, saya terus berusaha komunikasi," ucapnya.

Umuh Muchtar pun menegaskan hanya akan melihat dan memantau Maung Bandung dari kejauhan, tidak turun langsung seperti biasanya.

"Selama ini saya tidak ada wewenang apa-apa, jadi saya cuma lihat aja, seperti saya orang bego. Saya mau lihat saja, sampai di mana ini pelatih dan mau ke mana ini Persib Bandung," katanya. (*)


Reference

No comments:

Post a Comment